Rabu, 30 Mei 2018

Ranie Palma mengawali karier basket sejak SMP. Dia pun mencatat momen istimewa dalam kejuaraan-kejuaraan yang diikuti. Apa saja?
Bagi Ranie, 20 tahun, basket bukan cuma kalah menang. Apalagi, kekuatan basket Indonesia memang masih sulit untuk bersaing di tataran Asia.
Tapi, Ranie bersama-sama pemain timnas dan klub yang dibelanya memiliki prinsip serupa: harus selalu tampil habis-habisan. Maka, bukan hanya gelar juara dari sebuah ajang yang berkesan bagi Ranie. Tapi, pertarungan besar dalam sebuah pertandingan lah yang diingatnya.

"Ada beberapa kejuaraan yang sangat berkesan buat aku. Pertama, Timnas U-16 FIBA Asia di Kolombo, Srilanka 2013. Sebab itu jadi kejuaraan dengan jersey timnas pertamamu. Selain itu, untuk pertama kalinya Indonesia mengirimkan Timnas putri di KU tersebut," kata Ranie.
"Sebelumnya, aku enggak tahu pemain luar negeri kayak apa. Mengesankan saat bertanding dengan Jordania. Pemain yang setinggi aku jadi point guard. Bisa dibayangkan kan center mereka," ujar Ranie. Di alag itu, Timnas Indonesia justru mampu membalikkan prediksi. Mereka menang atas Jordania.
Selain bersama Jordania, Timnas putri Indonesia bergabung dengan Thailand, Kazakhstan, Hong Kong, dan tuan rumah Srilanka. Sayang, kendati juga menang atas Kazakhstan dan Srilanka, Indonesia gagal mendapatkan kesempatan untuk berebut tempat ke level II.
